Beranda » Artikel Islamic » Sunnah Haji dan Umroh

Sunnah Haji dan Umroh Bersama PT. Nizar Amanah Wisata

Assalamulaikum , Salam Amanah Sahabat.. Sahabat… Sudah tahu belum Apa Saja Sunnah Haji dan Umroh ? Sunnah Haji dan Umroh – Sunah dalam ibadah merupakan penyempurna, Maka, melakukan sunnah dalam ibadah haji dan umroh sangat dianjurkan karena pahalanya yang sangat Luar Biasa dan jika di tinggalkan pastinya kita akan merugi karena tidak mendapatkan pahala sunah tersebut , apalagi ini adalah sunnah yang dilakukan saat Haji & Umroh yang kita tidak setiap hari kita bisa menjalanakannya.

Lalu apa saja sunnah haji dan umroh ? Yukk Kita Simak Selengkapnya..

nizar-amanah

Melaksanakan Haji Tamatu

Haji Tamatu adalah mendahulukan umrah dari ibadah haji. Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamatu diwajibkan membayar dam.

Memperbanyak Baca Talbiyah

Membaca talbiyah dilakukan tatkala kita beribadah haji. Tepatnya setelah berihram. Disunahkan untuk banyak membaca talbiah tersebut. Cara melafazkannya yaitu untuk laki-laki disunnahkan bertalbiah dengan suara keras, sedangkan bagi para wanita cukup dengan suara yang terdengar oleh dirinya saja.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaika allohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik.  innal hamda wan ni”mata laka wal mulka laa syariilak.

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Thawaf Qudum

Tawaf Qudum (tawaf kedatangan), yakni tawaf yang dilakukan oleh pelaksana haji ifrad atau qarin saat memasuki Mekkah, sebelum melaksanakan wuquf. Bagi pelaksana haji tamattu’, tawaf ini tercakup ke dalam tawaf umrah. Hukum melaksanakan tawaf qudum ini ialah wajib sehingga jika tidak dilaksanakan, maka wajib membayar dam

Shalat Sunah Thawaf

Shalat sunah Thawaf adalah Shalat yang dilaksanakan sesudah melakukan thawaf jemaah haji dan umrah direkomendasikan untuk melakukan Shalat Sunat Setelah Thawaf. Shalat sunnat ini hukumnya adalah sunat muakad di mana sangat dianjurkan sekali untuk dikerjakan Dalam Melaksanakan Sholat Sunat Thawaf Jamaah disunatkan untuk membaca surah al-Ikhlas dan al-Kaafiruun setelah al-Fatihah. Adapun Niatnya adalah

Mandi Ihram

Sebelum jamaah Haji atau Umroh mengambil Miqot di Abyar Ali sebaiknya jamaah melakukan mandi sunnah ihrom terlebih dahulu di hotel agar saat tiba di masjid Abyar Ali jamaah langsung sholat  sunnah ihrom dan niat Umroh. Mandi sunnah ihrom ini sebenarnya hampir sama dengan mandi janabah dimana hanya niatnya saja yang berbeda.

Berpakaian Ihram

ain ihram merupakan pakaian yang harus dikenakan oleh orang-orang yang telah berniat untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Pada dasarnya, pakaian ini terdiri dari dua lembar kain (untuk laki-laki) tanpa jahitan yang dipakai untuk menutup aurat sebagian atas dan seluruh bagian bawah. Sementara, kain ihram untuk perempuan harus menutup semua badan kecuali wajah dan telapak tangan.

Kain ihram disunahkan berwarna putih. Saat menggunakan pakaian ini, calon jemaah harus lah menghindari beberapa perbuatan, seperti bersetubuh, berkata kasar, membunuh hewan, hingga memotong rambut. Ini dilakukan untuk tetap menjaga kesucian selama melakukan ibadah haji atau umrah.

Minum Air Zam – Zam

Berdasarkan pada hadist Nabi, “Air zam zam adalah air terbaik yang berada di muka bumi ini. Mengkonsumsi air zam zam bisa mengenyangkan perut yang lapar sekaligus bisa menjadi obat bagi segala penyakit”. Manfaat air zam zam juga sudah dibuktikan secara ilmiah. Air zam zam terbukti memiliki kandungan zat fluorida atau zat anti kuman yang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Selain itu, medis juga membuktikan bahwa air zam zam bebas dari mikroorganisme, yang membuatnya tetap terasa segar sepanjang masa. Tak heran mengapa tak ada lumut yang tumbuh pada sumur zam zam tersebut. Dan juga ada dua jenis mineral yang terkandung pada air zam zam yaitu, magnesium dan kalsium. Dua hal ini yang membuat air zam zam mampu memberi kesegaran sesaat setelah meminumnya

Mabit ( bermalam ) di Mina – 8 Dzullhijjah

 

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz pernah ditanya, “Apa hukum meninggalkan mabit di Mina pada hari kesembelian dari bulan Dzulhijjah karena adanya kebakaran di Mina pada tahun 1417 H?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak terkena hukuman apa-apa  jika meninggalkan mabit di Mina pada malam kesembilan Dzulhijjah karena hukum mabit tersebut adalah sunnah dan bukan wajib. Namun jika engkau tidak mabit di Muzdalifah setelah bertolak dari Arafah pada malam kesepuluh, ketika itu barulah ada damm. Damm tersebut berupa hewan yang disembelih untuk fakir miskin yang ada di Makkah. Hewan tersebut sebagaimana hewan yang disembelih dalam udhiyah (ibadah kurban). Jika engkau tidak mabit di Mina pada malam kesebelas,
maka engkau diharuskan untuk bersedekah dengan kurban tersebut sesuai dengan apa yang Allah mudahkan. Jika engkau menunaikan sembelihan yang nanti dibagi kepada fakir miskin, maka itu lebih hati-hati dan menggugurkan kewajiban.” (Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/757)

Semoga Ulasan di Atas bermanfaat ya bagi Sahabat Nizar Semua untuk menambah pengetahuan khususnya untuk calon jamaah  Umroh atau Haji. Salam Amanah.. Waalaikumsalam wr wb…

Untuk Konsultasi Lebih Lanjut, Silahkan Klik Tombol Di Bawah Ini :

Baca Juga : Promo Umroh Cirebon Tahun 2019 Nizar Wisata

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!