Beranda » Artikel Islamic » SEMIR RAMBUT RASULULIAH SAW.

 

SEMIR RAMBUT RASULULIAH SAW.

(44) Abu Ramtsah pernah menemui Rasulullah saw. dan ia bercerita sebagai berikut:

Aku dan anakku menemui Rasulullah saw….

Rasulullah saw. bertanya, “Apakah ini anakmu?”

Aku menjawab, “Ya, benar!”

Rasulullah saw. bersabda, “Dia tidak akan disiksa disebabkan dosamu, dan kau juga takkan disiksa disebabkan dosanya.” Abu Ramtsah berkata, “Aku melihat uban Rasulullah saw. berwarna merah.”

Diriwayatkan olelt Ahmad bin Mani` dari Hisyam dari `Abdul Malik bin `Umair dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Abu Ramtsah r.a..

(45) Dalam suatu riwayat yang bersumber dari ‘Utsman bin Mauhab r.a.2 diungkapkan:

Hurairah r.a. pernah ditanya, “Apakah Rasulullah saw, pernah memacari rambutnya?” Ia menjawab, “Ya.”3

Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki` dari ayahnya dari Syarik yang bersumber. dari ‘Utsman bin Mauhab r.a..4

(46) Al-Jahdzamah r.a. istri Busyair bin al-Khashashiyyah pernah bercerita:

Aku melihat Rasulullah saw. keluar dari rurnahnya mengibas-ibaskan rambut sehabis mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai atau bekas celupan (rawi ragu).

Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun dari Nadlr bin Zararah5 dari Abu Jinab6 dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Jahdzamah r.a..

(47) Dalam suatu riwayat, Anas r.a. menerangkan:

Aku melihat rambut Rasulullah saw. dipacari merah.

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman dan ‘Amr bin ‘Ashim dari Hammad bin Salamah dari Humaid yang bersumber dari Anas r.a..

(47a) Selanjutnya Hammad mengungkapkan bahwa ‘Abdullah bin Muhammad bin `Aqil r.a. berkata:

Aku melihat rambut Rasulullah saw. di rumah Anas bin Malik memakai pacar.7

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman dari ‘Amr bin Ashim dari Hammad bin Salamah yang bersumber dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil r.a..

 

 

_________________

  1. Hadits yang semakna tertera pula dalam Sunan Abu Daud dalam bab “TarajJul”, hadits no. 4288, juga dalam Sunan Tirmidzi dan dalam Sunan Nasai. Terdapat pula dalarn Sunan Abu Daud dalam bab “Diyat”, hadits no. 4495 dikatakan bahwa setelah itu Rasulullah saw. membaca ayat suci al-Quran surah al-An’am ayat 165 dan an-Najm 38. “Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS. 53 an-Najm 38)
  2. Nama lengkapnya adalah `Utsman bin Abdullah bin Mauhab at-Taimi, at-Thalhi, maula keluarga Thalhah al-Madani al-A’raj. Ia adalah seorang rawi an tsiqat..
  3. Abu ‘Isa at-Tirmidzi berkata, “Menurut riwayat Abu ‘Awanah, hadits ini diriwayatkan oleh ‘Utsman bin ‘Abdullah bin Mauhab yang bersumber dari Ummu Salamah:
  4. Hadits yang semakna dengan ini terdapat dalam Shahih Bukhara bab ‚Äúpakaian”, juga terdapat dalam Sunan Ibnu Majah bab “Pakaian”, hadits no. 3623.
  5. Nadir bin Zararah adalah rawi yang dla’if dan termasuk matruk.
  6. Abu Jinab dikenal sebagai rawi yang masyhur tapi is dianggap dla’if karena sering menyamarkan rawi.
  7. Menurut Imam Nawawi, Rasulullah saw. memacari rambutnya hanya sewaktu-waktu saja (tidak Bering)

# Silahkan Bagikan informasi Bermanfaat ini Kepada Teman Atau Kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!