Beranda » Artikel Wisata » Penjelasan Sa’i Dalam Umroh Dan Haji

NIZARWISATA.COM – salah satu tempat yang harus dikunjungi dalam ibadah haji juga umroh ialah bukit shafa dan marwa, untuk melakukan sa’i, sa’i merupakan berlari-lari kecil antara kedua bukit tersebut, saat di bukit shafa, jamaah diperintahkan untuk naik ke atas bukit, lalu menghadap ka’bah dari atas, lalu apa sih pengertian sa’i yang sebenarnya? Berikut penjelasannya.

Saat melihat Ka’bah, Rasulullah salallahu’alayhi wa sallam mencontohkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, (3x), Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian”, Apa yang jamaah kerjakan di Bukit Shafa, maka disunnahkan pula dikerjakan di Bukit Marwa, setelah jamaah berlari kecil antara dua bukit tersebut.

Pengertian Sa’i dan Makna di Baliknya

NIZARWISATA,COM merangkum, kata sa’i secara bahasa dapat diartikan sebagai usaha atau berjuang, Makna Sa’i dapat dikembangkan sebagai perjuangan hidup, baik pribadi, keluarga, maupun masyarakat, Sebab, syariat sa’i dalam prosesi haji tidak bisa dilepaskan dari kisah Siti Hajar beserta putranya Ismail, sumur zamzam, keberadaan Ka’bah, dan Nabi Ibrahim ‘alayhi salam, Betapa usaha yang dilakukan Siti Hajar untuk mempertahankan hidup bersama anaknya Ismail penuh dengan tantangan.

Sedangkan kepatuhan Nabi Ibrahim ’alayhi salam kepada Allah yang luar biasa ketika ia harus meninggalkan istri dan putranya yang amat dicintai dan dirindukannya selama puluhan tahun disamping Baitullah yang tanpa berpenghuni, Sungguh ini sangat mengharukan dan menggugah semangat, betapa tunduk dan patuhnya Ibrahim kepada perintah Allah.

Selanjutnya demi mempertahankan hidup bersama anaknya Ismail, Siti Hajar berusaha mencari ‘sesuatu’ (apapun yang dapat menyambung hidup) dengan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah, Namun ‘sesuatu’ itu tidak ditemukannya di sekitar bukit Shafa dan Marwah, Namun, ketika kembali menemui Ismail di dekat Ka’bah, sangat menakjubkan air muncul dari bekas cakaran kaki Ismail yang masih bayi, sehingga Siti Hajar terkejut dan berteriak “zam-zam”, Inilah sejarah air zam-zam yang berkah hingga kini.

Setiap peristiwa terjadi tidak karena kebetulan melainkan atas izin-Nya, Kisah luar biasa Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan putranya Ismail diabadikan oleh Allah dan menjadi bagian dari materi ‘workshop Agung’ (haji).

Sa’i mengisyaratkan makna perjuangan hidup pantang menyerah, Hidup harus dihadapi dengan usaha keras dalam menghadapi berbagai tantangan dan menghadapinya dengan penuh kesabaran, keuletan, dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Inilah sebagian makna yang digambarkan sa’i dengan mendaki dan menuruni bukit Shafa dan Marwa.

# Silahkan Bagikan informasi Bermanfaat ini Kepada Teman Atau Kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!