BENTUK KHATAMUN NUBUWWAH

23 September 2020 109x Artikel Islamic

Beranda » Artikel Islamic » BENTUK KHATAMUN NUBUWWAH

BENTUK KHATAMUN NUBUWWAH

15.) Dalam suatu riwayat yang bersumber dari as-Sa-ib bin Yazid r.a. dikemukakan:

Bibikul membawa aku untuk menemui Nabi saw. lantas is berkata kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulallah, keponakanku ini sakit”. Ketika itu Rasulullah saw. menyapu kepalaku (as-Sa-ib), men-do’akan keberkahan untukku dan berwudlu. Air sisa wudlunya lalu kuminum. Setelah itu aku berdiri di belakangnya; aku memandang kepada khatam (tanda) yang terletak di antara kedua bahunya. Ternyata khatam itu sebesar telur burung dara.

Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sasid dari Hatim bin Ismasil, dari Ja’d bin ‘Abdurrahnzan yang bersumber dari Sa-ib bin Yazid r.a..

 

16.) Dalam suatu riwayat, Jabir bin Samurah r.a. mengemukakan perihal Khatamun Nabi sebagai berikut:

Aku pernah melihat khatam (kenabian) … Ia terletak di antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara.2

Diriwayatkan oleh Sa`id bin Ya`qub ath-Thalaqani dari Ayyub bin Jabir dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a..

 

17.) Seorang wanita bernama Rumaitsah3 bercerita kepada cucunya, yaitu `Ashim bin `Umar r.a. sebagai berikut:

Waktu aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, aku duduk berdampingan dengan beliau saw. begitu dekatnya, seandainya aku mau mengecup tanda kenabian yang terletak di antara kedua bahunya, tentu dapat kulakukan. Adapun sabda beliau yang ditujukan kepada Sa`ad bin Mu`adz di kala is meninggal dunia itu ialah: Bergoncang `Arasy Allah Yang Maha Rahman karenanya (karena kematian Sa`ad).4

Diriwayatkan oleh Abu Mush`ab al-Madini dari Yusuf bin al-Majisyun dari bapaknya dari `Ashim bin ‘Umar bin Qatadah yang bersumber dari neneknya, yaitu Rumaitsah.

 

18.) Ibrahim bin Muhammad pernah mendengar salah se-orang putra bin Abu Thalib h.w. berhata:

Apabila ‘Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah saw., maka ia akan bercerita panjang lebar. Dan ia akan berkata, “Di antara kedua bahunya terdapat khatam kenabian, yaitu khatam para nabi.”5

Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah adl-Dlabi `Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari bin Yunus dari Umar bin Abdullah dari Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putra Ali bin Abu Talib k.w..

 

19.) Dalam suatu riwayat, Alba bin Ahmar al-Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid `Amr bin Akhthab al-Anshari r.a. sebagai berikut:

Abu Zaid berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku, `Wahai Abu Zaid, mendekatlah kepadaku dan usaplah punggungku!”‘ Maka punggungnya kuusap dan terasa jari jemariku menyentuh Khatam. Aku (Alba bin Ahmar al-Yasykuri) bertanya ke-pada Abu Zaid, “Apakah khatam itu?”

Abu Zaid menjawab, “Kumpulan bulu-bulu.”6

Diriwayatkan olch Muhammad bin Basyar dari Abu `Ashim dari `Uzrah bin Tsabit yang bersumber dari Alba bin Ahmar al-Yasykuri.

20.) Abu Buraidah r.a. menceritakan tentang pengalaman Salman al-Farisi sebagai berikut:

Salman al-Farisi datang membawa baki berisi kurma kepada Rasulullah saw. (sewaktu dia baru tiba di Madinah). Baki itu letakkannya di hadapan Rasulullah saw..

Rasulullah saw. bersabda, `Wahai Salman, apa ini?”

Salman menjawab, “Ini sedekah buat Anda dan sahabat anda!”

Rasulullah saw. bersabda, “Angkatlah ini dari sini, kami tak makan sedekah!”

Baki itu pun diangkat oleh Salman. Keesokan harinya, ia datang lagi dengan membawa makanan yang serupa dan diletakkan di hadapan Rasulullah saw..

Rasululah saw. bersabda, “Apakah ini wahai Salman?”

Salman menjawab, “Ini adalah hadiah buat Tuan!”

Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Hidangkanlah!”

Kemudian Salman memperhatikan Khatam yang terletak di punggung Rasulullah saw. (bagian belakang badannya sebelah atas), maka ia pun (Salman) menyatakan keimanannya kepada beliau. Salman r.a. adalah budak seorang yahudi, maka oleh Rasulullah saw. ia dibeli dengan beberapa dirham, yakni dengan cara mengupah menanam pohon kurma7. Salman bekerja di kebun itu sampai pohon-pohon kurma itu berbuah, Rasulullah saw. membantunya menanam pohon-pohon itu. Di antaranya ada sebatang pohon yang ditanam Umar r.a.. Pohon-pohon itu tumbuh dengan subur, kecuali sebatang pohon yang mati. Rasulullah saw. bersabda, “Kenapa pohon yang satu ini?”

Umar r.a. menjawab, Wahai Rasulullah, sayalah yang mena-namnya!”

Rasulullah saw. pun mencabutnya, kemudian menanaminya lagi, dan tumbuhlah dengan baik.8

Diriwayatkan oleh Abu Ammar bin Harits al-Khuzai dari `Ali bin Husain bin Waqid dari `Abdullah bin Buraidah yang bersumber dari Abu Buraidah r.a..

 

21.) Abu Nadlrah al-`Aufi pernah bertanya kepada Abu Sa`id al-Khudri perihal khatam. Inilah ceritanya:

 

Aku bertanya kepada Abu Sa`id al-Khudri perihal khatam kenabian Rasulullah saw. Ia menjawab, “Khatam itu di bagian be-lakang badan Rasulullah saw. merupakan daging yang menyembul.

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Bisyr bin al-Wadlah dari Abu Aqil ad-Dauraqi yang bersumber dari Abu Nadlrah  al-`Aufi.

 

22.) `Abdullah bin Sirjis9 menceritakan pengalaman,nya tatkala bersama Rasulullah saw.:

Aku datang menghadap Rasulullah saw. sewaktu beliau sedang berada di antara para shahabat-shahabatnya. Aku berkeliling sedemikian rupa di belakangnya. Rupanya beliau pun mengerti apa yang kuinginkan, maka beliau melepaskan selendang dari punggungnya, kemudian terlihatlah olehku tempat khatam kenabian yang berada di antara kedua bahunya sebesar genggaman tangan, di sekitarnya terdapat tahi lalat, seakan-akan kumpulan jerawat. Sebelum aku kembali, aku menghadap dulu kepada Rasulullah saw. kemudian kukatakan, “Wahai Rasulullah, semoga Allah swt. melimpahkan maghfirah-Nya kepada Tuan!” Beliau pun menjawab, “Bagimu juga!”. Orang-orang (yang berada) ketika itu bertanya, “Apakah Rasulullah saw. memohonkan ampunan untukmu?”. Ia menjawab, “Ya dan juga untuk kalian!” Kemudian ia membaca ayat:

“Dan mohonlah ampun karena dosamu dan mohonkanlah ampun untuk orang-orang Mu’min, laki-laki dan perempuan”. (QS 47 Muhammad 19)10

Diriwayatkan oleh Ahmad bin al-Muqaddam Abul Asyats al-`Ajali al-Bashri dari Hammad bin Zaid dari `Ashim bin al-Ahwal yang bersumber dari `Abdulah bin Sirjis.

 

____________

1. Saudari ibunya
2. Hadits yang semakna terdapat pula dalam Shahih Muslim, bab “Keutamaan Nabi saw.”, hadits no. 2344 dan dalam Sunan Tirmidzi pada bab “Manaqib”, hadits no. 3647.
3. Rumaitsah adalah putri ‘Amr bin Hisyam bin ‘Abdul Muthalib.
4. Hadits semacam ini terdapat pula dalam Sunan Tirmidzi, bab “Manaqib” demikian pula dikeluarkan oleh Syaikhani dan Ibnu Majah.
5. Hadits yang semakna terdapat pula dalam Sunan Tirmidzi, bab “Manaqib”, hadits no. 3642.
6. Ia mengatakan demikian karena hanya dapat merasakan dengan rabaan tangannya saja, tidak melihat dengan mata kepala. Jadi apa yang dikatakannya itu hanya berdasarkan rabaan belaka, ialah bulu yang tumbuh sekitar khatam.
7. Pada suatu riwayat disebutkan bahwa tebusannya itu berupa menanam 300 pohon kurma sampai tumbuh dengan baik, ditambah dengan 40 ugia emas. Para shahabat membantu Salman dengan benih pohon kurma dan Rasulullah saw. sendiri ikut menanamnya, sedangkan yang menyediakan emas adalah seorang shahabat. Salman tak dapat mengikuti jihad Badar, Uhud dan sebagainya. Ia baru ikut berjihad pada perang Khandaq. Hal itu disebabkan ia masih berstatus budak milik orang Yahudi, walaupun kala itu ia telah memeluk Agama Islam.
8. Isnadnya kuat, kecuali `Ali bin Husain bin Waqid yang menurut Abu Hatim, periwayatannya dla’if. Sedangkan menurut Nasai, periwayatannya tidak dipersoalkan (dapat diterima).
9. Abdullah bin Sirjis al-Mizani atau disebut pula al-Makhzumi adalah sahabat Rasulullah saw. yang tinggal di Bashrah.
10. Hadits semacam ini terdapat pula dalam Shahih Muslim, bab “Keutamaan Nabi saw.”, hadits no. 2346.

# Silahkan Bagikan informasi Bermanfaat ini Kepada Teman Atau Kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!